1. Alumunium
Alumunium adalah logam putih perak, ringan, dan mulur. Alumunium digunakan untuk peralatan dapur, peralatan rumah tangga, mebel, dan lain-lain. Tambang alumunium terdapat di Papua.
Tambang alumunium INALUM di Asahan Sumatra Utara
2. Asbes
Tambang asbes terdapat di Kuningan – Jawa Barat, Papua, Pulau Halmahera – Maluku, Pulau Seram – Maluku.
Asbes, bahan yang sering digunakan untuk pembangunan khususnya rumah-rumah di Indonesia
3. Aspal
Tambang aspal terdapat di Pulau Buton – Sulawesi Tenggara. Aspal juga dihasilkan oleh Permigan Wonokromo, Jawa Timur sebagai hasil pengolahan minyak bumi.
Tambang aspal di Pulau Buton – Indonesia
4. Batubara
Daerah – daerah penghasil batubara adalah Bukitasam, pusatnya di Tanjungenim – Sumatra Selatan, Kotabaru (Pulau Laut) Kalimantan Selatan, sungai Berau, pusatnya di Samarinda – Kalimantan Timur, Dan Umbilin, pusatnya di Sawahlunto – Sumatra Barat. Selain itu, tambang batubara terdapat pula di Bengkulu, Jawa Barat, Papua, dan Sulawesi Selatan. Tambang batubara diusahakan oleh PN Batubara.
Tambang batubara di Kalimantan
5. Bauksit
Bauksit adalah bahan baku alumunium. Tambang bauksit terdapat di Pulau Bintan (Riau) dan Singkawang (Kalimantan Barat). Selain itu, terdapat pula di Kalimantan Tengah.
Pertambangan bauksit di Indonesia
6. Belerang
Belerang digunakan sebagai bahan obat patek dan korek api. Tambang belerang terdapat di Gunung Welirang (Jawa Timur). Selain itu terdapat juga di Jambi, Jawa Tengah, dan Sulawesi Utara.
Beberapa penambang mengambil belerang dengan cara melinggis bongkahan belerang di kaldera Gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur
7. Bijih Besi
Tambang bijih besi terdapat di Cilacap (pasir besi) Jawa Tengah, Cilegon – Banten, Gunung Tegak – Lampung, Lengkabana – Sulawei Tengah, Longkana – Sulawesi Tengah, Peg. Verbeek – Sulawesi Tengah, Pulau Dermawan – Kalimantan Selatan, Pulau Sebuku – Kalimantan Selatan, dan Pulau Suwang – Kalimantan Selatan. Selain itu, terdapat pula di Bengkulu, Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan. Bijih besi diolah oleh PT Krakatau Steel, Cilegon – Jawa Barat. Pasir besi diolah PN Aneka Tambang, Cilacap – Jawa Tengah.
Tambang bijih besi di Kalimantan
8. Emas dan Perak
Tambang emas terdapat di Bengkalis – Sumatra, Bolaang Mongondow – Sulawesi Utara, Cikotok – Jawa Barat, Logas – Riau, Meuleaboh – DI Aceh, Rejang Lebong – Bengkulu. Selain itu terdapat juga di Lampung, Jambi, Kalimantan Barat, Papua, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan. Pabrik pengolahan emas terdapat di Cikotok – Jawa Barat.
Para penambang emas di Cikotok – Jawa Barat
9. Fosfat
Fosfat merupakan persenyawaan kotoran kelelawar dengan batu kapur. Fosfat digunakan dalam industri pupuk. Fosfat banyak terdapat di Bogor, Pangandaran (Jawa Barat), Gombong, Purwokerto, Jepara, Rembang (Jawa Tengah), dan Bojonegoro.
Penambangan fosfat di Christmas Island, perbatasan Indonesia dan Australia
10. Garam
Garam dibuat dengan menampung air laut, kemudian diluapkan dengan sinar matahari sehingga tertinggal kristal – kristal garamnya. Garam banyak diusahakan di Pulau Madura – Jawa Timur.
Penambang garam sedang menggarap garam
Sumber : https://anakaseliindonesia.wordpress.com/2012/09/24/kekayaan-alam-bahan-tambang-di-indonesia/
Minggu, 14 Desember 2014
Natural Resource : Sustainable Natural Resources Management Ngata Toro, Indonesia
https://www.youtube.com/watch?v=IIvNoEeTbUo
Ngata toro terletak di Sulawesi Tengah, Indonesia dan termasuk wilayah yang dilindungi oleh UNESCO karena terdapat hewan endemik yang hidup disana dan juga untuk melindungi dari ilegal logging. Desa Toro terletak diantara dua gunung yaitu gunung Bulukadundu dan gunung Manangiki. Dari sejak dulu mereka telah mempraktekan nilai-nilai kebudayaan, tidak hanya hubungan antar masyarakat, mereka juga mempraktekan hubungan masyarakat dengan lingkungannya.
Mereka mengatur hubungan masyarakat dengan lingkungannya kedalam beberapa kategori. Sebagian besar hutan di Manangiki. Tondongata adalah seorang penjaga hutan yang yang berfungsi untuk mencegah dan mengawasi agar tidak terjadi ilegal logging. Terdapat juga daerah resapan air disekitar hutan. Didalam daerah tersebut masyarakat memanfaatkannya dengan mengumpulkan atau menggunakan rotan untuk dijadikan untuk dijadikan produk yang merupakan salah satu produk andalan dari daerah itu.
Disana juga terdapat lebih dari 100 macam tumbuhan obat-obatan yang dapat digunakan untuk masyarakat. Sebagian besar dari masyarakat Ngata toro hidup bergantung dari hasil pertanian dan hasil dari pengelolaan barang yang berasal dari hutan.
Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=IIvNoEeTbUo
Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=IIvNoEeTbUo
Sabtu, 13 Desember 2014
Sistem Linear, Sistem Waktu Diskrit dan Sistem Waktu Kontinyu
1. Pengertian Sistem Linier
Sistem linier adalah sistem yang memenuhi hukum superposisi. Prinsip superposisi adalah respons sistem (keluaran) terhadap jumlah bobot sinyal akan sama dengan jumlah bobot yang sesuai dari respon (keluaran) sistem terhadap masing-masing sinyal masukan individual.
2. Sistem Waktu Diskrit
Sistem waktu diskrit adalah Divais atau algoritma yang beroperasi pada sinyal waktu diskrit(masukan/eksitasi) untuk menghasilkan sinyal waktu diskrit lain (keluaran / responsistem). Penggambaran sistem waktu disktrit berkaitan dengan pengambilan sampel pada waktu-waktu tertentu dari sistem.
3. Sistem Waktu Kontinyu
Sistem waktu kontinyu adalah sebuah sistem yang menerima sinyal waktu kontinyu sebagai masukan (input) dan menghasilkan keluaran (output) sinyal waktu yang kontinyu juga. Penggambaran sistem waktu kontinyu selalu berkaitan dengan bentuk representasi matematik yang mengambarkan sistem tersebut dalam keseluruhan waktu.
Sistem linier adalah sistem yang memenuhi hukum superposisi. Prinsip superposisi adalah respons sistem (keluaran) terhadap jumlah bobot sinyal akan sama dengan jumlah bobot yang sesuai dari respon (keluaran) sistem terhadap masing-masing sinyal masukan individual.
2. Sistem Waktu Diskrit
Sistem waktu diskrit adalah Divais atau algoritma yang beroperasi pada sinyal waktu diskrit(masukan/eksitasi) untuk menghasilkan sinyal waktu diskrit lain (keluaran / responsistem). Penggambaran sistem waktu disktrit berkaitan dengan pengambilan sampel pada waktu-waktu tertentu dari sistem.
3. Sistem Waktu Kontinyu
Sistem waktu kontinyu adalah sebuah sistem yang menerima sinyal waktu kontinyu sebagai masukan (input) dan menghasilkan keluaran (output) sinyal waktu yang kontinyu juga. Penggambaran sistem waktu kontinyu selalu berkaitan dengan bentuk representasi matematik yang mengambarkan sistem tersebut dalam keseluruhan waktu.
Sumber :
Attamimi, Said., "Sinyal dan Sistem." dosen.narotama.ac.id/wp- content/uploads/2012/12/bab-1-PENGERTIAN-SISTEM-LINIER.doc sistem linier. Diakses pada tanggal 29 September 2014.
Anonim., “ Pengolahan Sinyal Digital.” http://lecturer.eepis- its.edu/~ira/materi/pengolahan%20sinyal%20digital/PSD- SISTEM%20WAKTU%20DISKRIT,%20KONVOLUSI,%20PERSAMAAN%20BE DA.pdf. Diakses pada tanggal 29 September 2014.
Qomarudin, M Nur., “Sistem Waktu Kontinyu.” http://mnurqomarudin.blogspot.com/2012/03/sistem-waktu-kontinyu.html. Diakses pada 29 September 2011.
Kode ASCII
Kode Standar Amerika untuk Pertukaran Informasi atau ASCII (American Standard Code for Information Interchange) merupakan suatu standar internasional dalam kode huruf dan simbol seperti Hex dan Unicode tetapi ASCII lebih bersifat universal, contohnya 124 adalah untuk karakter "|". Ia selalu digunakan oleh komputer dan alat komunikasi lain untuk menunjukkan teks. Kode ASCII sebenarnya memiliki komposisi bilangan biner sebanyak 7 bit. Namun, ASCII disimpan sebagai sandi 8 bit dengan menambakan satu angka 0 sebagai bit significant paling tinggi. Bit tambahan ini sering digunakan untuk uji prioritas. Karakter control pada ASCII dibedakan menjadi 5 kelompok sesuai dengan penggunaan yaitu berturut-turut meliputi logical communication, Device control, Information separator, Code extention, dan physical communication. Code ASCII ini banyak dijumpai pada papan ketik (keyboard) computer atau instrument-instrument digital.
Jumlah kode ASCII adalah 255 kode. Kode ASCII 0..127 merupakan kode ASCII untuk manipulasi teks; sedangkan kode ASCII 128..255 merupakan kode ASCII untuk manipulasi grafik. Kode ASCII sendiri dapat dikelompokkan lagi kedalam beberapa bagian:
Kode yang tidak terlihat simbolnya seperti Kode 10(Line Feed), 13(Carriage Return), 8(Tab), 32(Space)
Kode yang terlihat simbolnya seperti abjad (A..Z), numerik (0..9), karakter khusus (~!@#$%^&*()_+?:”{})
Kode yang tidak ada di keyboard namun dapat ditampilkan. Kode ini umumnya untuk kode-kode grafik.
Dalam pengkodean kode ASCII memanfaatkan 8 bit. Pada saat ini kode ASCII telah tergantikan oleh kode UNICODE (Universal Code). UNICODE dalam pengkodeannya memanfaatkan 16 bit sehingga memungkinkan untuk menyimpan kode-kode lainnya seperti kode bahasa Jepang, Cina, Thailand dan sebagainya.
Pada papan keyboard, aktifkan numlock (tidak terdapat pada laptop), tekan tombol ALT secara bersamaan dengan kode karakter maka akan dihasilkan karakter tertentu. Misalnya: ALT + 44 maka akan muncul karakter koma (,). Mengetahui kode-kode ASCII sangat bermanfaat misalnya untuk membuat karakter-karakter tertentu yang tidak ada di keyboard.
Tabel Karakter ASCII
Daftar dibawah ini berisikode untuk karakter-karakter ASCII . Dalam sistem operasi Windows dan MS-DOS, pengguna dapat menggunakan karakter ASCII dengan menekan tombol Alt+[nomor nilai ANSI (desimal)]. Sebagai contoh, tekan kombinasi tombol Alt+87 untuk karakter huruf latin "W" kapital.
Karakter Nilai Unicode
(heksadesimal) Nilai ANSI ASCII
(desimal) Keterangan
NUL 0000 0 Null (tidak tampak)
SOH 0001 1 Start of heading (tidak tampak)
STX 0002 2 Start of text (tidak tampak)
ETX 0003 3 End of text (tidak tampak)
EOT 0004 4 End of transmission (tidak tampak)
ENQ 0005 5 Enquiry (tidak tampak)
ACK 0006 6 Acknowledge (tidak tampak)
BEL 0007 7 Bell (tidak tampak)
BS 0008 8 Menghapus satu karakter di belakang kursor (Backspace)
HT 0009 9 Horizontal tabulation
LF 000A 10 Pergantian baris (Line feed)
VT 000B 11 Tabulasi vertikal
FF 000C 12 Pergantian baris (Form feed)
CR 000D 13 Pergantian baris (carriage return)
SO 000E 14 Shift out (tidak tampak)
SI 000F 15 Shift in (tidak tampak)
DLE 0010 16 Data link escape (tidak tampak)
DC1 0011 17 Device control 1 (tidak tampak)
DC2 0012 18 Device control 2 (tidak tampak)
DC3 0013 19 Device control 3 (tidak tampak)
DC4 0014 20 Device control 4 (tidak tampak)
NAK 0015 21 Negative acknowledge (tidak tampak)
SYN 0016 22 Synchronous idle (tidak tampak)
ETB 0017 23 End of transmission block (tidak tampak)
CAN 0018 24 Cancel (tidak tampak)
EM 0019 25 End of medium (tidak tampak)
SUB 001A 26 Substitute (tidak tampak)
ESC 001B 27 Escape (tidak tampak)
FS 001C 28 File separator
GS 001D 29 Group separator
RS 001E 30 Record separator
US 001F 31 Unit separator
SP 0020 32 Spasi
! 0021 33 Tanda seru (exclamation)
" 0022 34 Tanda kutip dua
# 0023 35 Tanda pagar (kres)
$ 0024 36 Tanda mata uang dolar
% 0025 37 Tanda persen
& 0026 38 Karakter ampersand (&)
‘ 0027 39 Karakter Apostrof
( 0028 40 Tanda kurung buka
) 0029 41 Tanda kurung tutup
* 002A 42 Karakter asterisk (bintang)
+ 002B 43 Tanda tambah (plus)
, 002C 44 Karakter koma
- 002D 45 Karakter hyphen (strip)
. 002E 46 Tanda titik
/ 002F 47 Garis miring (slash)
0 0030 48 Angka nol
1 0031 49 Angka satu
2 0032 50 Angka dua
3 0033 51 Angka tiga
4 0034 52 Angka empat
5 0035 53 Angka lima
6 0036 54 Angka enam
7 0037 55 Angka tujuh
8 0038 56 Angka delapan
9 0039 57 Angka sembilan
: 003A 58 Tanda titik dua
; 003B 59 Tanda titik koma
< 003C 60 Tanda lebih kecil
= 003D 61 Tanda sama dengan
> 003E 62 Tanda lebih besar
? 003F 63 Tanda tanya
@ 0040 64 A keong (@)
A 0041 65 Huruf latin A kapital
B 0042 66 Huruf latin B kapital
C 0043 67 Huruf latin C kapital
D 0044 68 Huruf latin D kapital
E 0045 69 Huruf latin E kapital
F 0046 70 Huruf latin F kapital
G 0047 71 Huruf latin G kapital
H 0048 72 Huruf latin H kapital
I 0049 73 Huruf latin I kapital
J 004A 74 Huruf latin J kapital
K 004B 75 Huruf latin K kapital
L 004C 76 Huruf latin L kapital
M 004D 77 Huruf latin M kapital
N 004E 78 Huruf latin N kapital
O 004F 79 Huruf latin O kapital
P 0050 80 Huruf latin P kapital
Q 0051 81 Huruf latin Q kapital
R 0052 82 Huruf latin R kapital
S 0053 83 Huruf latin S kapital
T 0054 84 Huruf latin T kapital
U 0055 85 Huruf latin U kapital
V 0056 86 Huruf latin V kapital
W 0057 87 Huruf latin W kapital
X 0058 88 Huruf latin X kapital
Y 0059 89 Huruf latin Y kapital
Z 005A 90 Huruf latin Z kapital
[ 005B 91 Kurung siku kiri
\ 005C 92 Garis miring terbalik (backslash)
] 005D 93 Kurung sikur kanan
^ 005E 94 Tanda pangkat
_ 005F 95 Garis bawah (underscore)
` 0060 96 Tanda petik satu
a 0061 97 Huruf latin a kecil
b 0062 98 Huruf latin b kecil
c 0063 99 Huruf latin c kecil
d 0064 100 Huruf latin d kecil
e 0065 101 Huruf latin e kecil
f 0066 102 Huruf latin f kecil
g 0067 103 Huruf latin g kecil
h 0068 104 Huruf latin h kecil
i 0069 105 Huruf latin i kecil
j 006A 106 Huruf latin j kecil
k 006B 107 Huruf latin k kecil
l 006C 108 Huruf latin l kecil
m 006D 109 Huruf latin m kecil
n 006E 110 Huruf latin n kecil
o 006F 111 Huruf latin o kecil
p 0070 112 Huruf latin p kecil
q 0071 113 Huruf latin q kecil
r 0072 114 Huruf latin r kecil
s 0073 115 Huruf latin s kecil
t 0074 116 Huruf latin t kecil
u 0075 117 Huruf latin u kecil
v 0076 118 Huruf latin v kecil
w 0077 119 Huruf latin w kecil
x 0078 120 Huruf latin x kecil
y 0079 121 Huruf latin y kecil
z 007A 122 Huruf latin z kecil
{ 007B 123 Kurung kurawal buka
¦ 007C 124 Garis vertikal (pipa)
} 007D 125 Kurung kurawal tutup
~ 007E 126 Karakter gelombang (tilde)
DEL 007F 127 Delete
0080 128 Dicadangkan
0081 129 Dicadangkan
0082 130 Dicadangkan
0083 131 Dicadangkan
IND 0084 132 Index
NEL 0085 133 Next line
SSA 0086 134 Start of selected area
ESA 0087 135 End of selected area
0088 136 Character tabulation set
0089 137 Character tabulation with justification
008A 138 Line tabulation set
PLD 008B 139 Partial line down
PLU 008C 140 Partial line up
008D 141 Reverse line feed
SS2 008E 142 Single shift two
SS3 008F 143 Single shift three
DCS 0090 144 Device control string
PU1 0091 145 Private use one
PU2 0092 146 Private use two
STS 0093 147 Set transmit state
CCH 0094 148 Cancel character
MW 0095 149 Message waiting
0096 150 Start of guarded area
0097 151 End of guarded area
0098 152 Start of string
0099 153 Dicadangkan
009A 154 Single character introducer
CSI 009B 155 Control sequence introducer
ST 009C 156 String terminator
OSC 009D 157 Operating system command
PM 009E 158 Privacy message
APC 009F 158 Application program command
00A0 160 Spasi yang bukan pemisah kata
¡ 00A1 161 Tanda seru terbalik
¢ 00A2 162 Tanda sen (Cent)
£ 00A3 163 Tanda Poundsterling
¤ 00A4 164 Tanda mata uang (Currency)
¥ 00A5 165 Tanda Yen
¦ 00A6 166 Garis tegak putus-putus (broken bar)
§ 00A7 167 Section sign
¨ 00A8 168 Diaeresis
© 00A9 169 Tanda hak cipta (Copyright)
ª 00AA 170 Feminine ordinal indicator
« 00AB 171 Left-pointing double angle quotation mark
¬ 00AC 172 Not sign
00AD 173 Tanda strip (hyphen)
® 00AE 174 Tanda merk terdaftar
¯ 00AF 175 Macron
° 00B0 176 Tanda derajat
± 00B1 177 Tanda kurang lebih (plus-minus)
² 00B2 178 Tanda kuadrat (pangkat dua)
³ 00B3 179 Tanda kubik (pangkat tiga)
´ 00B4 180 Acute accent
µ 00B5 181 Micro sign
¶ 00B6 182 Pilcrow sign
• 00B7 183 Middle dot
Jumlah kode ASCII adalah 255 kode. Kode ASCII 0..127 merupakan kode ASCII untuk manipulasi teks; sedangkan kode ASCII 128..255 merupakan kode ASCII untuk manipulasi grafik. Kode ASCII sendiri dapat dikelompokkan lagi kedalam beberapa bagian:
Kode yang tidak terlihat simbolnya seperti Kode 10(Line Feed), 13(Carriage Return), 8(Tab), 32(Space)
Kode yang terlihat simbolnya seperti abjad (A..Z), numerik (0..9), karakter khusus (~!@#$%^&*()_+?:”{})
Kode yang tidak ada di keyboard namun dapat ditampilkan. Kode ini umumnya untuk kode-kode grafik.
Dalam pengkodean kode ASCII memanfaatkan 8 bit. Pada saat ini kode ASCII telah tergantikan oleh kode UNICODE (Universal Code). UNICODE dalam pengkodeannya memanfaatkan 16 bit sehingga memungkinkan untuk menyimpan kode-kode lainnya seperti kode bahasa Jepang, Cina, Thailand dan sebagainya.
Pada papan keyboard, aktifkan numlock (tidak terdapat pada laptop), tekan tombol ALT secara bersamaan dengan kode karakter maka akan dihasilkan karakter tertentu. Misalnya: ALT + 44 maka akan muncul karakter koma (,). Mengetahui kode-kode ASCII sangat bermanfaat misalnya untuk membuat karakter-karakter tertentu yang tidak ada di keyboard.
Tabel Karakter ASCII
Daftar dibawah ini berisikode untuk karakter-karakter ASCII . Dalam sistem operasi Windows dan MS-DOS, pengguna dapat menggunakan karakter ASCII dengan menekan tombol Alt+[nomor nilai ANSI (desimal)]. Sebagai contoh, tekan kombinasi tombol Alt+87 untuk karakter huruf latin "W" kapital.
Karakter Nilai Unicode
(heksadesimal) Nilai ANSI ASCII
(desimal) Keterangan
NUL 0000 0 Null (tidak tampak)
SOH 0001 1 Start of heading (tidak tampak)
STX 0002 2 Start of text (tidak tampak)
ETX 0003 3 End of text (tidak tampak)
EOT 0004 4 End of transmission (tidak tampak)
ENQ 0005 5 Enquiry (tidak tampak)
ACK 0006 6 Acknowledge (tidak tampak)
BEL 0007 7 Bell (tidak tampak)
BS 0008 8 Menghapus satu karakter di belakang kursor (Backspace)
HT 0009 9 Horizontal tabulation
LF 000A 10 Pergantian baris (Line feed)
VT 000B 11 Tabulasi vertikal
FF 000C 12 Pergantian baris (Form feed)
CR 000D 13 Pergantian baris (carriage return)
SO 000E 14 Shift out (tidak tampak)
SI 000F 15 Shift in (tidak tampak)
DLE 0010 16 Data link escape (tidak tampak)
DC1 0011 17 Device control 1 (tidak tampak)
DC2 0012 18 Device control 2 (tidak tampak)
DC3 0013 19 Device control 3 (tidak tampak)
DC4 0014 20 Device control 4 (tidak tampak)
NAK 0015 21 Negative acknowledge (tidak tampak)
SYN 0016 22 Synchronous idle (tidak tampak)
ETB 0017 23 End of transmission block (tidak tampak)
CAN 0018 24 Cancel (tidak tampak)
EM 0019 25 End of medium (tidak tampak)
SUB 001A 26 Substitute (tidak tampak)
ESC 001B 27 Escape (tidak tampak)
FS 001C 28 File separator
GS 001D 29 Group separator
RS 001E 30 Record separator
US 001F 31 Unit separator
SP 0020 32 Spasi
! 0021 33 Tanda seru (exclamation)
" 0022 34 Tanda kutip dua
# 0023 35 Tanda pagar (kres)
$ 0024 36 Tanda mata uang dolar
% 0025 37 Tanda persen
& 0026 38 Karakter ampersand (&)
‘ 0027 39 Karakter Apostrof
( 0028 40 Tanda kurung buka
) 0029 41 Tanda kurung tutup
* 002A 42 Karakter asterisk (bintang)
+ 002B 43 Tanda tambah (plus)
, 002C 44 Karakter koma
- 002D 45 Karakter hyphen (strip)
. 002E 46 Tanda titik
/ 002F 47 Garis miring (slash)
0 0030 48 Angka nol
1 0031 49 Angka satu
2 0032 50 Angka dua
3 0033 51 Angka tiga
4 0034 52 Angka empat
5 0035 53 Angka lima
6 0036 54 Angka enam
7 0037 55 Angka tujuh
8 0038 56 Angka delapan
9 0039 57 Angka sembilan
: 003A 58 Tanda titik dua
; 003B 59 Tanda titik koma
< 003C 60 Tanda lebih kecil
= 003D 61 Tanda sama dengan
> 003E 62 Tanda lebih besar
? 003F 63 Tanda tanya
@ 0040 64 A keong (@)
A 0041 65 Huruf latin A kapital
B 0042 66 Huruf latin B kapital
C 0043 67 Huruf latin C kapital
D 0044 68 Huruf latin D kapital
E 0045 69 Huruf latin E kapital
F 0046 70 Huruf latin F kapital
G 0047 71 Huruf latin G kapital
H 0048 72 Huruf latin H kapital
I 0049 73 Huruf latin I kapital
J 004A 74 Huruf latin J kapital
K 004B 75 Huruf latin K kapital
L 004C 76 Huruf latin L kapital
M 004D 77 Huruf latin M kapital
N 004E 78 Huruf latin N kapital
O 004F 79 Huruf latin O kapital
P 0050 80 Huruf latin P kapital
Q 0051 81 Huruf latin Q kapital
R 0052 82 Huruf latin R kapital
S 0053 83 Huruf latin S kapital
T 0054 84 Huruf latin T kapital
U 0055 85 Huruf latin U kapital
V 0056 86 Huruf latin V kapital
W 0057 87 Huruf latin W kapital
X 0058 88 Huruf latin X kapital
Y 0059 89 Huruf latin Y kapital
Z 005A 90 Huruf latin Z kapital
[ 005B 91 Kurung siku kiri
\ 005C 92 Garis miring terbalik (backslash)
] 005D 93 Kurung sikur kanan
^ 005E 94 Tanda pangkat
_ 005F 95 Garis bawah (underscore)
` 0060 96 Tanda petik satu
a 0061 97 Huruf latin a kecil
b 0062 98 Huruf latin b kecil
c 0063 99 Huruf latin c kecil
d 0064 100 Huruf latin d kecil
e 0065 101 Huruf latin e kecil
f 0066 102 Huruf latin f kecil
g 0067 103 Huruf latin g kecil
h 0068 104 Huruf latin h kecil
i 0069 105 Huruf latin i kecil
j 006A 106 Huruf latin j kecil
k 006B 107 Huruf latin k kecil
l 006C 108 Huruf latin l kecil
m 006D 109 Huruf latin m kecil
n 006E 110 Huruf latin n kecil
o 006F 111 Huruf latin o kecil
p 0070 112 Huruf latin p kecil
q 0071 113 Huruf latin q kecil
r 0072 114 Huruf latin r kecil
s 0073 115 Huruf latin s kecil
t 0074 116 Huruf latin t kecil
u 0075 117 Huruf latin u kecil
v 0076 118 Huruf latin v kecil
w 0077 119 Huruf latin w kecil
x 0078 120 Huruf latin x kecil
y 0079 121 Huruf latin y kecil
z 007A 122 Huruf latin z kecil
{ 007B 123 Kurung kurawal buka
¦ 007C 124 Garis vertikal (pipa)
} 007D 125 Kurung kurawal tutup
~ 007E 126 Karakter gelombang (tilde)
DEL 007F 127 Delete
0080 128 Dicadangkan
0081 129 Dicadangkan
0082 130 Dicadangkan
0083 131 Dicadangkan
IND 0084 132 Index
NEL 0085 133 Next line
SSA 0086 134 Start of selected area
ESA 0087 135 End of selected area
0088 136 Character tabulation set
0089 137 Character tabulation with justification
008A 138 Line tabulation set
PLD 008B 139 Partial line down
PLU 008C 140 Partial line up
008D 141 Reverse line feed
SS2 008E 142 Single shift two
SS3 008F 143 Single shift three
DCS 0090 144 Device control string
PU1 0091 145 Private use one
PU2 0092 146 Private use two
STS 0093 147 Set transmit state
CCH 0094 148 Cancel character
MW 0095 149 Message waiting
0096 150 Start of guarded area
0097 151 End of guarded area
0098 152 Start of string
0099 153 Dicadangkan
009A 154 Single character introducer
CSI 009B 155 Control sequence introducer
ST 009C 156 String terminator
OSC 009D 157 Operating system command
PM 009E 158 Privacy message
APC 009F 158 Application program command
00A0 160 Spasi yang bukan pemisah kata
¡ 00A1 161 Tanda seru terbalik
¢ 00A2 162 Tanda sen (Cent)
£ 00A3 163 Tanda Poundsterling
¤ 00A4 164 Tanda mata uang (Currency)
¥ 00A5 165 Tanda Yen
¦ 00A6 166 Garis tegak putus-putus (broken bar)
§ 00A7 167 Section sign
¨ 00A8 168 Diaeresis
© 00A9 169 Tanda hak cipta (Copyright)
ª 00AA 170 Feminine ordinal indicator
« 00AB 171 Left-pointing double angle quotation mark
¬ 00AC 172 Not sign
00AD 173 Tanda strip (hyphen)
® 00AE 174 Tanda merk terdaftar
¯ 00AF 175 Macron
° 00B0 176 Tanda derajat
± 00B1 177 Tanda kurang lebih (plus-minus)
² 00B2 178 Tanda kuadrat (pangkat dua)
³ 00B3 179 Tanda kubik (pangkat tiga)
´ 00B4 180 Acute accent
µ 00B5 181 Micro sign
¶ 00B6 182 Pilcrow sign
• 00B7 183 Middle dot
Dasar Telekomunikasi : Pengantar Telekomunikasi
1. Definisi Telekomunikasi
Telekomunikasi adalah penyampaian informasi atau hubungan antara satu simpul dengan simpul yang lainnya yang berjarak jauh dengan menggunakan bantuan peralatan khusus.
Contoh : Telepon,TV,dsb
2. Konsep Dasar Telekomunikasi
- One Way System (Suplex) yaitu komunikasi yang dilakukan hanya satu arah saja (hanya bisa menerima atau mengirim informasi). Contoh : TV, Koran, dsb.
- Two way System. Pada konsep ini komunikasi dibagi menjadi dua yaitu Half Dulplex dan Full Duplex. Half Duplex adalah komunikasi dua arah tetapi hanya bisa mengirim dan menerima informasi secara bergantian (contoh Walkie talkie). Full Duplex adalah komunikasi dua arah bisa menerima dan mengirim informasi secara bersamaan (contoh Handphone).
Bulu Tangkis
1. Pengertian Bulu Tangkis
Bulu tangkis (sering disingkat bultang) atau badminton adalah suatu olahraga raket yang dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasangan (untuk ganda) yang saling berlawanan.
Bulu tangkis bertujuan memukul bola permainan ("kok" atau "shuttlecock") melewati jaring agar jatuh di bidang permainan lawan yang sudah ditentukan dan berusaha mencegah lawan melakukan hal yang sama.
2. Sejarah
Olah raga yang dimainkan dengan kok dan raket, kemungkinan berkembang di Mesir kuno sekitar 2000 tahun lalu tetapi juga disebut-sebut di India danRepublik Rakyat Cina.
Nenek moyang terdininya diperkirakan ialah sebuah permainan Tionghoa, Jianzi yang melibatkan penggunaan kok tetapi tanpa raket. Alih-alih, objeknya dimanipulasi dengan kaki. Objek/misi permainan ini adalah untuk menjaga kok agar tidak menyentuh tanah selama mungkin tanpa menggunakan tangan.
Di Inggris sejak zaman pertengahan permainan anak-anak yang disebut Battledores dan Shuttlecocks sangat populer. Anak-anak pada waktu itu biasanya akan memakai dayung/tongkat (Battledores) dan bersiasat bersama untuk menjaga kok tetap di udara dan mencegahnya dari menyentuh tanah. Ini cukup populer untuk menjadi nuansa harian di jalan-jalan London pada tahun 1854 ketika majalah Punch mempublikasikan kartun untuk ini.
Penduduk Inggris membawa permainan ini ke Jepang, Republik Rakyat Cina, dan Siam (sekarang Thailand) selagi mereka mengolonisasi Asia. Ini kemudian dengan segera menjadi permainan anak-anak di wilayah setempat mereka.
Olah raga kompetitif bulu tangkis diciptakan oleh petugas Tentara Britania di Pune, India pada abad ke-19 saat mereka menambahkan jaring dan memainkannya secara bersaingan. Oleh sebab kota Pune dikenal sebelumnya sebagai Poona, permainan tersebut juga dikenali sebagai Poona pada masa itu.
Para tentara membawa permainan itu kembali ke Inggris pada 1850-an. Olah raga ini mendapatkan namanya yang sekarang pada 1860 dalam sebuah pamflet oleh Isaac Spratt, seorang penyalur mainan Inggris, berjudul "Badminton Battledore - a new game" ("Battledore bulu tangkis - sebuah permainan baru"). Ini melukiskan permainan tersebut dimainkan di Gedung Badminton (Badminton House), estat Duke of Beaufort's di Gloucestershire, Inggris.
Rencengan peraturan yang pertama ditulis oleh Klub Badminton Bath pada 1877. Asosiasi bulu tangkis Inggris dibentuk pada 1893 dan kejuaraan internasional pertamanya berunjuk-gigi pertama kali pada 1899 dengan Kejuaraan All England.
Bulu tangkis menjadi sebuah olah raga populer di dunia, terutama di wilayah Asia Timur dan Tenggara, yang saat ini mendominasi olah raga ini, dan di negara-negara Skandinavia.
3. Lapangan Bulu Tangkis
Berikut adalah bentuk lapangan Bulu Tangkis
Lapangan bulu tangkis berbentuk persegi panjang dan mempunyai ukuran seperti terlihat pada gambar. Garis-garis yang ada mempunyai ketebalan 40 mm dan harus berwarna kontras terhadap warna lapangan. Warna yang disarankan untuk garis adalah putih atau kuning. Permukaan lapangan disarankan terbuat dari kayu atau bahan sintetis yg lunak. Permukaan lapangan yang terbuat dari beton atau bahan sintetik yang keras sangat tidak dianjurkan karena dapat mengakibatkan cedera pada pemain. Jaring setinggi 1,55 m berada tepat di tengah lapangan. Jaring harus berwarna gelap kecuali bibir jaring yang mempunyai ketebalan 75 mm harus berwarna putih.
4. Partai
Ada lima partai yang biasa dimainkan dalam bulu tangkis, yaitu:
1. Tunggal putra
2. Tunggal putri
3. Ganda putra
4. Ganda putri
5. Ganda campuran
5. Perlengkapan
Berikut adalah perlengkapan yang dibutuhkan untuk bermain Bulu Tangkis :
Secara tradisional raket dibuat dari kayu. Kemudian aluminium atau logam ringan lainnya menjadi bahan yang dipilih. Kini, hampir semua raket bulu tangkis profesional berkomposisikan komposit serat karbon (plastik bertulang grafit). Serat karbon memiliki kekuatan hebat terhadap perbandingan berat, kaku, dan memberi perpindahan energi kinetik yang hebat. Namun, sejumlah model rendahan masih menggunakan baja atau aluminium untuk sebagian atau keseluruhan raket.
Mungkin salah satu dari bagian yang paling diperhatikan dalam bulu tangkis adalah senar nya. Jenis senar berbeda memiliki ciri-ciri tanggap berlainan. Keawetan secara umum bervariasi dengan kinerja. Kebanyakan senar berketebalan 21 ukuran dan diuntai dengan ketegangan 18 sampai 30+ lb. Kesukaan pribadi sang pemain memainkan peran yang kuat dalam seleksi senar.
Kok adalah bola yang digunakan dalam olahraga bulu tangkis, terbuat dari rangkaian bulu angsa yang disusun membentuk kerucut terbuka, dengan pangkal berbentuk setengah bola yang terbuat darigabus. Dalam latihan atau pertandingan tidak resmi digunakan juga kok dari plastik.
Karena percepatan sepanjang lapangan sangatlah penting, para pemain membutuhkan pegangan dengan lantai yang maksimal pada setiap saat. Sepatu bulu tangkis membutuhkan sol karet untuk cengkraman yang baik, dinding sisi yang bertulang agar tahan lama selama tarik-menarik, dan teknologi penyebaran goncangan untuk melompat; bulu tangkis mengakibatkan agak banyak stres (ketegangan) pada lutut dan pergelangan kaki.
6. Cara Bermain Bulu Tangkis
Tiap pemain atau pasangan mengambil posisi berseberangan pada kedua sisi jaring di lapangan bulu tangkis.
Permainan dimulai dengan salah satu pemain melakukan servis.
Tujuan permainan adalah untuk memukul sebuah kok menggunakan raket, melewati jaring ke wilayah lawan, sampai lawan tidak dapat mengembalikannya kembali. Area permainan berbeda untuk partai tunggal dan ganda, seperti yang diperlihatkan pada gambar. Bila kok jatuh di luar area tersebut maka kok dikatakan "keluar". Setiap kali pemain/pasangan tidak dapat mengembalikan kok (karena menyangkut di jaring atau keluar lapangan) maka lawannya akan memperoleh poin.
Permainan berakhir bila salah satu pemain/pasangan telah meraih sejumlah poin tertentu.
Teknik Dasar Permainan Bulu Tangkis
A. Cara Memegang Raket
Pegangan raket ada tiga macam, yaitu:
1. Pegangan forehand (pegangan dasar) Pegangan ini dapat di peroleh dengan cara mendirkan raket yang sisinya tegak dengan lantai Pegangan ini hampir sama dengan posisi tangan sedang bersalaman.
2. Pegangan backhand Pegangan ini dapat di peroleh dengan jalan memutar seperempat ke kanan dari pegangan forehead.
3. Pegangan pukul kasur/Amerika Cara pegangan ini adalah mula-mula raket diletakkan secara mendatar di atas lantai. Kemudian ambil dan peganglah raket pada pegangannya, sehingga bagian tangan antar ibu jari dan jaritelunjuk menempel pada bagian permukaan yang lebar.
4. Pegangan campuran
B. Teknik Pukulan
Teknik pukulan adalah cara-cara melakukan pukulan pada permainan bulitangkis dengan tujuan menerbangkan shuttlecock ke lapanagn lawan. Terdapat macam-macam teknik dasar pukulan dalam permainan bulutangkis, yaitu:
1. Pukulan Servis Pukulan servis merupakan pukulan degan raket untuk menerbangkan shuttlecock ke bidang lapangan lawan secara diagonal dan bertujuan sebagai permulaan permainan. Macam-macam pukulan servis, yaitu:
a. Pukulan servis pendek
b. Pukulan servis panjang
c. Pukulan servis mendatar
d. Pukulan servis cambuk
2. Pukulan Lob Pukulan lob adalah pukulan dalam permainan bulutangkis yang bertujuan untuk menerbangkan shuttlecock setinggi mungkin mengarah jauh ke belakang garis lapangan lawan. Pukulan lob dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
a. Overhead lob, yaiutu pukulan lob yang dilakukan dari atas kepala dengan cara menerbangkan shuttlecock melambung ke arah belakang.
b. Underhand lob, yaitu pukulan lob yang dilakukan dari bawah dengan cara memukul shuttlecock yang berada di bawah badan dan di lambungkan tinggi ke belakang.
7. Servis
Servis dilakukan dari satu sisi lapangan (kiri atau kanan) menyilang menyeberangi jaring ke area lawan. Partai tunggal dan ganda memiliki area servis yang berbeda seperti yang diilustrasikan pada gambar. Bila kok jatuh di luar area tersebut maka kok dinyatakan "keluar" dan poin untuk penerima servis.
Posisi kiri atau kanan tempat servis dilakukan ditentukan dari jumlah poin yang telah dikumpulkan oleh pemain yang akan melakukan servis. Posisi kanan untuk jumlah poin genap dan posisi kiri untuk jumlah poin ganjil. Servis dari posisi kanan juga dilakukan saat jumlah poin masih nol.
Pada set pertama pemain/pasangan yang melakukan servis untuk pertama kali ditentukan dengan undian, sedangkan untuk set berikutnya dilakukan oleh pemenang dari set sebelumnya.
Untuk partai ganda, beberapa peraturan berbeda diterapkan untuk perhitungan poin menggunakan sistem pindah bola dan sistem reli poin:
8.Induk Organisasi Bulu Tangkis
International Badminton Federation (IBF) didirikan pada tahun 1934 dan membukukan inggris, Irlandia, Skotlandia, Wales, Denmark, Belanda, Kanada, Selandia Baru, dan Perancis sebagai anggota-anggota pelopornya. India bergabung sebagai afiliat pada tahun 1936.
Pada IBF Extraordinary General Meeting di Madrid, Spanyol, September 2006, usulan untuk mengubah nama International Badminton Federation menjadi Badminton World Federation (BMF) diterima dengan suara bulat oleh seluruh 206 delegasi yang hadir.
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Bulu_tangkis
Bulu tangkis (sering disingkat bultang) atau badminton adalah suatu olahraga raket yang dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasangan (untuk ganda) yang saling berlawanan.
Bulu tangkis bertujuan memukul bola permainan ("kok" atau "shuttlecock") melewati jaring agar jatuh di bidang permainan lawan yang sudah ditentukan dan berusaha mencegah lawan melakukan hal yang sama.
2. Sejarah
Olah raga yang dimainkan dengan kok dan raket, kemungkinan berkembang di Mesir kuno sekitar 2000 tahun lalu tetapi juga disebut-sebut di India danRepublik Rakyat Cina.
Nenek moyang terdininya diperkirakan ialah sebuah permainan Tionghoa, Jianzi yang melibatkan penggunaan kok tetapi tanpa raket. Alih-alih, objeknya dimanipulasi dengan kaki. Objek/misi permainan ini adalah untuk menjaga kok agar tidak menyentuh tanah selama mungkin tanpa menggunakan tangan.
Di Inggris sejak zaman pertengahan permainan anak-anak yang disebut Battledores dan Shuttlecocks sangat populer. Anak-anak pada waktu itu biasanya akan memakai dayung/tongkat (Battledores) dan bersiasat bersama untuk menjaga kok tetap di udara dan mencegahnya dari menyentuh tanah. Ini cukup populer untuk menjadi nuansa harian di jalan-jalan London pada tahun 1854 ketika majalah Punch mempublikasikan kartun untuk ini.
Penduduk Inggris membawa permainan ini ke Jepang, Republik Rakyat Cina, dan Siam (sekarang Thailand) selagi mereka mengolonisasi Asia. Ini kemudian dengan segera menjadi permainan anak-anak di wilayah setempat mereka.
Olah raga kompetitif bulu tangkis diciptakan oleh petugas Tentara Britania di Pune, India pada abad ke-19 saat mereka menambahkan jaring dan memainkannya secara bersaingan. Oleh sebab kota Pune dikenal sebelumnya sebagai Poona, permainan tersebut juga dikenali sebagai Poona pada masa itu.
Para tentara membawa permainan itu kembali ke Inggris pada 1850-an. Olah raga ini mendapatkan namanya yang sekarang pada 1860 dalam sebuah pamflet oleh Isaac Spratt, seorang penyalur mainan Inggris, berjudul "Badminton Battledore - a new game" ("Battledore bulu tangkis - sebuah permainan baru"). Ini melukiskan permainan tersebut dimainkan di Gedung Badminton (Badminton House), estat Duke of Beaufort's di Gloucestershire, Inggris.
Rencengan peraturan yang pertama ditulis oleh Klub Badminton Bath pada 1877. Asosiasi bulu tangkis Inggris dibentuk pada 1893 dan kejuaraan internasional pertamanya berunjuk-gigi pertama kali pada 1899 dengan Kejuaraan All England.
Bulu tangkis menjadi sebuah olah raga populer di dunia, terutama di wilayah Asia Timur dan Tenggara, yang saat ini mendominasi olah raga ini, dan di negara-negara Skandinavia.
3. Lapangan Bulu Tangkis
Berikut adalah bentuk lapangan Bulu Tangkis
Lapangan bulu tangkis berbentuk persegi panjang dan mempunyai ukuran seperti terlihat pada gambar. Garis-garis yang ada mempunyai ketebalan 40 mm dan harus berwarna kontras terhadap warna lapangan. Warna yang disarankan untuk garis adalah putih atau kuning. Permukaan lapangan disarankan terbuat dari kayu atau bahan sintetis yg lunak. Permukaan lapangan yang terbuat dari beton atau bahan sintetik yang keras sangat tidak dianjurkan karena dapat mengakibatkan cedera pada pemain. Jaring setinggi 1,55 m berada tepat di tengah lapangan. Jaring harus berwarna gelap kecuali bibir jaring yang mempunyai ketebalan 75 mm harus berwarna putih.
4. Partai
Ada lima partai yang biasa dimainkan dalam bulu tangkis, yaitu:
1. Tunggal putra
2. Tunggal putri
3. Ganda putra
4. Ganda putri
5. Ganda campuran
5. Perlengkapan
Berikut adalah perlengkapan yang dibutuhkan untuk bermain Bulu Tangkis :
- Raket
Secara tradisional raket dibuat dari kayu. Kemudian aluminium atau logam ringan lainnya menjadi bahan yang dipilih. Kini, hampir semua raket bulu tangkis profesional berkomposisikan komposit serat karbon (plastik bertulang grafit). Serat karbon memiliki kekuatan hebat terhadap perbandingan berat, kaku, dan memberi perpindahan energi kinetik yang hebat. Namun, sejumlah model rendahan masih menggunakan baja atau aluminium untuk sebagian atau keseluruhan raket.
- Senar
Mungkin salah satu dari bagian yang paling diperhatikan dalam bulu tangkis adalah senar nya. Jenis senar berbeda memiliki ciri-ciri tanggap berlainan. Keawetan secara umum bervariasi dengan kinerja. Kebanyakan senar berketebalan 21 ukuran dan diuntai dengan ketegangan 18 sampai 30+ lb. Kesukaan pribadi sang pemain memainkan peran yang kuat dalam seleksi senar.
- Kok
Kok adalah bola yang digunakan dalam olahraga bulu tangkis, terbuat dari rangkaian bulu angsa yang disusun membentuk kerucut terbuka, dengan pangkal berbentuk setengah bola yang terbuat darigabus. Dalam latihan atau pertandingan tidak resmi digunakan juga kok dari plastik.
- Sepatu
Karena percepatan sepanjang lapangan sangatlah penting, para pemain membutuhkan pegangan dengan lantai yang maksimal pada setiap saat. Sepatu bulu tangkis membutuhkan sol karet untuk cengkraman yang baik, dinding sisi yang bertulang agar tahan lama selama tarik-menarik, dan teknologi penyebaran goncangan untuk melompat; bulu tangkis mengakibatkan agak banyak stres (ketegangan) pada lutut dan pergelangan kaki.
6. Cara Bermain Bulu Tangkis
Tiap pemain atau pasangan mengambil posisi berseberangan pada kedua sisi jaring di lapangan bulu tangkis.
Permainan dimulai dengan salah satu pemain melakukan servis.
Tujuan permainan adalah untuk memukul sebuah kok menggunakan raket, melewati jaring ke wilayah lawan, sampai lawan tidak dapat mengembalikannya kembali. Area permainan berbeda untuk partai tunggal dan ganda, seperti yang diperlihatkan pada gambar. Bila kok jatuh di luar area tersebut maka kok dikatakan "keluar". Setiap kali pemain/pasangan tidak dapat mengembalikan kok (karena menyangkut di jaring atau keluar lapangan) maka lawannya akan memperoleh poin.
Permainan berakhir bila salah satu pemain/pasangan telah meraih sejumlah poin tertentu.
Teknik Dasar Permainan Bulu Tangkis
A. Cara Memegang Raket
Pegangan raket ada tiga macam, yaitu:
1. Pegangan forehand (pegangan dasar) Pegangan ini dapat di peroleh dengan cara mendirkan raket yang sisinya tegak dengan lantai Pegangan ini hampir sama dengan posisi tangan sedang bersalaman.
2. Pegangan backhand Pegangan ini dapat di peroleh dengan jalan memutar seperempat ke kanan dari pegangan forehead.
3. Pegangan pukul kasur/Amerika Cara pegangan ini adalah mula-mula raket diletakkan secara mendatar di atas lantai. Kemudian ambil dan peganglah raket pada pegangannya, sehingga bagian tangan antar ibu jari dan jaritelunjuk menempel pada bagian permukaan yang lebar.
4. Pegangan campuran
B. Teknik Pukulan
Teknik pukulan adalah cara-cara melakukan pukulan pada permainan bulitangkis dengan tujuan menerbangkan shuttlecock ke lapanagn lawan. Terdapat macam-macam teknik dasar pukulan dalam permainan bulutangkis, yaitu:
1. Pukulan Servis Pukulan servis merupakan pukulan degan raket untuk menerbangkan shuttlecock ke bidang lapangan lawan secara diagonal dan bertujuan sebagai permulaan permainan. Macam-macam pukulan servis, yaitu:
a. Pukulan servis pendek
b. Pukulan servis panjang
c. Pukulan servis mendatar
d. Pukulan servis cambuk
2. Pukulan Lob Pukulan lob adalah pukulan dalam permainan bulutangkis yang bertujuan untuk menerbangkan shuttlecock setinggi mungkin mengarah jauh ke belakang garis lapangan lawan. Pukulan lob dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
a. Overhead lob, yaiutu pukulan lob yang dilakukan dari atas kepala dengan cara menerbangkan shuttlecock melambung ke arah belakang.
b. Underhand lob, yaitu pukulan lob yang dilakukan dari bawah dengan cara memukul shuttlecock yang berada di bawah badan dan di lambungkan tinggi ke belakang.
7. Servis
Servis dilakukan dari satu sisi lapangan (kiri atau kanan) menyilang menyeberangi jaring ke area lawan. Partai tunggal dan ganda memiliki area servis yang berbeda seperti yang diilustrasikan pada gambar. Bila kok jatuh di luar area tersebut maka kok dinyatakan "keluar" dan poin untuk penerima servis.
Posisi kiri atau kanan tempat servis dilakukan ditentukan dari jumlah poin yang telah dikumpulkan oleh pemain yang akan melakukan servis. Posisi kanan untuk jumlah poin genap dan posisi kiri untuk jumlah poin ganjil. Servis dari posisi kanan juga dilakukan saat jumlah poin masih nol.
Pada set pertama pemain/pasangan yang melakukan servis untuk pertama kali ditentukan dengan undian, sedangkan untuk set berikutnya dilakukan oleh pemenang dari set sebelumnya.
Untuk partai ganda, beberapa peraturan berbeda diterapkan untuk perhitungan poin menggunakan sistem pindah bola dan sistem reli poin:
- Sistem Pindah Bola
- Sebelum pertandingan dimulai, harus ditentukan salah seorang pemain dari tiap-tiap pasangan sebagai "orang pertama". Pilihan ini berlaku untuk setiap set yang dimainkan.
- Jumlah poin genap atau ganjil menentukan posisi "orang pertama" saat melakukan servis.
- Setiap pasangan mempunyai dua kali kesempatan servis (masing-masing untuk tiap pemain) sebelum pindah bola, kecuali servis pertama pada tiap-tiap awal set tidak mendapat kesempatan kedua.
- Saat pindah bola, servis pertama selalu dilakukan oleh pemain yang berada di sebelah kanan, bukan oleh "orang pertama".
- Sistem Reli Poin
- Setiap pasangan hanya mendapat satu kali kesempatan servis, tidak ada servis kedua.
- Servis dilakukan oleh pemain yang posisinya sesuai dengan poin yang telah diraih oleh pasangan tersebut.
- Pemain yang sama akan terus melakukan servis sampai poin berikutnya diraih oleh lawan.
8.Induk Organisasi Bulu Tangkis
International Badminton Federation (IBF) didirikan pada tahun 1934 dan membukukan inggris, Irlandia, Skotlandia, Wales, Denmark, Belanda, Kanada, Selandia Baru, dan Perancis sebagai anggota-anggota pelopornya. India bergabung sebagai afiliat pada tahun 1936.
Pada IBF Extraordinary General Meeting di Madrid, Spanyol, September 2006, usulan untuk mengubah nama International Badminton Federation menjadi Badminton World Federation (BMF) diterima dengan suara bulat oleh seluruh 206 delegasi yang hadir.
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Bulu_tangkis
Pendidikan Pancasila : Apakah Pornografi itu adalah seni?
- Topik Pembahasan
Akhir-akhir ini maraknya berkembang
adegan pornografi yang ditampilkan baik dalam media cetak maupun media
elektronik yang menurut pelakunya adalah seni. Bagaimana pandangan anda sebagai
warga negara yang beragama, bermartabat dan menganut budaya ketimuran.
Penjelasan akan diambil dari sudut agama, etika, dan
budaya bangsa Indonesia.
- Pembahasan
Untuk
peninjauan pandangan dari sudut pandang agama, karena agama saya islam jadi
saya hanya akan meninjau dari sudut pandang agama yang saya anut saja. Sebelum
dilakukan peninjauan, terlebih dahulu saya bahas apa itu pornografi. Pornografi
menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia arti yang pertama ialah penggambaran
tingkah laku secara erotis dng lukisan atau tulisan untuk membangkitkan nafsu
berahi dan arti yang kedua adalah bahan bacaan yg dng sengaja dan semata-mata
dirancang untuk membangkitkan nafsu berahi dalam seks. Jadi dapat ditarik
secara garis besar bahwa pornografi adalah suatu hal yang bertujuan untuk
merangsang atau membangkitkan nafsu birahi yang disebarkan melalui berbagai
macam media.
- Setiap pasangan dalam adegan pornografi seluruhnya tidak terikat hubungan perkawinan sehingga bisa dikatakan bahwa itu zina dan itu dilarang dalam agama.
- Menyebarkan file atau mendistribusikan media-media pornografi merupakan hal yang dilarang agama karena itu dapat dikatakan menyebarkan hal-hal yang bersifat negatif.
- Penonton atau konsumen juga termasuk melakukan zina, yakni zina mata.
Jadi
ditinjau dari sudut pandang agama (islam) pornografi diharamkan bagi setiap
umatnya baik sebagai pelaku, distributor maupun konsumen.
Kemudian
ditinjau dari sudut pandang etika. Etika sendiri merupakan hal-hal yang
dipandang baik atau buruk (akhlak).
1. Pornografi dianggap buruk karna telah melanggar norma agama seperti yang telah penulis jelaskan diatas.
2. Pornografi dianggap buruk karena telah melanggar norma sopan-santun.
3. Pornografi telah melanggar norma hukum, dengan Undang-Undang No. 44 Tahun 2008 yang mengatur tentang pornografi.
1. Pornografi dianggap buruk karna telah melanggar norma agama seperti yang telah penulis jelaskan diatas.
2. Pornografi dianggap buruk karena telah melanggar norma sopan-santun.
3. Pornografi telah melanggar norma hukum, dengan Undang-Undang No. 44 Tahun 2008 yang mengatur tentang pornografi.
Jadi
sudah sangat jelas bahwa pornografi telah melanggar norma-norma yang berlaku di
Indonesia dan dipandang buruk dalam sistem etika.
Dan
kemudian ditinjau dari sudut pandang budaya Indonesia. Budaya Indonesia yang
cukup kental dengan budaya ketimurannya. Indonesia dikenal juga dengan sopan
santun dan keramah-tamahan masyarakatnya. Jadi sangat akan bertentangan tentang
pornografi dengan budaya Indonesia.
- Kesimpulan
Menurut pembahasan diatas dapat
disimpulkan bahwa sebaiknya berbagai kalangan dimedia harus ikut ambil andil
dalam mendidik anak bangsa dan pornografi sangat tidak layak untuk masuk
kedalam media masyarakat. Karena dapat menjadi racun bagi generasi penerus
bangsa kita.
Ditinjau
dari segi agama, setiap komponen pembentuk, penyebar, maupun pengguna semua
dilarang dalam agama. Ditinjau dari segi etika, pornografi telah melanggar
norma-norma yang berlaku dimasyarakat. Dan itupun juga diatur dalam Undang-Undang
No. 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi. Ditinjau dari segi budaya Indonesia.
Pornografi sangatlah tidak cocok dengan budaya indonesia yang menganut adat
ketimuran yakni sopan santun, ramah-tamah, ada batasan hal-hal yang boleh
dilakukan, ada hal-hal yang ddianggap baik dan buruknya (etika).
Jadi
media massa sudah seharusnya tidak menayangkan atau memunculkan hal-hal yang
berbau pornografi dan seharusnya media massa memberikan tontonan yang mendidik
bagi para penontonnya. Tontonan yang mendidik tidak harus berupa seperti tontonan
yang berisi materi pelajaran, tetapi tontonan yang dapat mendidik moral bangsa
Indonesia untuk menjadi lebih baik lagi.
Jumat, 12 Desember 2014
Pengaplikasian Rangkaian Clipper dan Clamper
v Pengaplikasian
Rangkaian Clipper
Salah
satu aplikasi dari rangkaian clipper adalah melindungi sinyal percakapan yang
sudah dikuatkan (di-amplifikasi) agar tidak menindih (over riding) sinyal
transmitter radio seperti ditunjukkan pada gambar diatas. Apabila sinyal
transmisi ini ditindih oleh sinyal percakapan, maka sinyal radio akan berubah
bahkan bisa “bertabrakan” (interferensi) dengan sinyal dari stasiun radio
lainnya. Clipper digunakan sebagai pengaman. Selain itu rangkaian clipper juga
berfungsi untuk melindungi input dari IC agar tidak mendapat tegangan berlebih
yaitu dengan cara memasangkan sepasang dioda yang saling bertolak belakang
secara paralel pada input IC.
v Pengaplikasian
Rangkaian Clamper
Salah
satu aplikasi dari rangkaian clamper adalah sebagai “DC restorer” pada rangkaian penyusun video (video
composite) baik itu di bagian pemancar televisi dan penerima televisi. Sinyal
video NTSC (standar video di AS) menunjukkan warna putih dengan cara
mentransmisikan daya minimum (12.5 %) dan menunjukkan warna hitam dengan
mentransmisikan daya yang lebih tinggi yaitu 75%. Tetapi ada lagi level daya
yang lebih tinggi yaitu untuk mentransmisikan sinyal sinkronisasi yang memiliki
level daya sebesar 100%. Sinyal NTSC berisikan kode warna video dan pulsa
sinkronisasinya. Permasalahannya adalah sinyal penyusun warnanya yang nilainya
berubah-ubah. Sebagaimana kita ketahui, video adalah sekumpulan dari gambar.
Dan tentu saja komposisi warna hitam-putih dari gambar satu dengan gambar
lainnya pasti berbeda-beda dan ini juga menyebabkan level daya penyusun
warnanya berubah-ubah pula. Karena pulsa sinkronisasi bercampur dengan sinyal
penyusun warnanya, maka level daya pulsa sinkronisasinya juga ikut berubah
apabila level daya penyusun warnanya berubah. Namun level daya pulsa
sinkronisasi ini harus tetap bernilai 100% (tidak boleh naik atau turun).
Disinilah fungsi dari rangkaian clamper yaitu untuk menjepit (clamping) pulsa
sinkronisasi agar tegangannya tetap 100% setelah sinyalnya dimodulasi dengan
transmitternya.
v Daftar
Pustaka
Anonim,. “Rangkaian Clipper Dioda.”
http://elkaasik.com/rangkaian-clipper-dioda/. Online
Anonim,. “Rangkaian Clamper Dioda.”
http://elkaasik.com/rangkaian-clamper-dioda/. Online
Minggu, 07 Desember 2014
IPTEK berperan dalam meminimalisir resiko dari bencana alam (Gunung berapi)
Salah satu informasi penting dalam rangka upaya penanggulangan bencana adalah informasi tentang bahaya (hazard).
Informasi bahaya berisi tentang perkiraan lokasi, waktu dan intensitas.
Ketiga informasi tersebut penting untuk menjawab pertanyaan di mana,
kapan dan seberapa besar/intensitas sebuah bencana alam akan terjadi.
Jawaban dari pertanyaan tersebut merupakan instrumen untuk
meminimalisasi korban atau risiko apabila sebuah bencana benar-benar
terjadi.
Informasi bahaya gunung api biasanya
juga berisi tentang perkiraan lokasi, waktu dan intensitas. Lokasi
bahaya gunung api sangat mudah ditentukan karena memang bentuk gunung
api yang spesifik. Hal ini berbeda dengan gempa bumi yang notabene cukup
sulit untuk memperkirakan lokasinya secara pasti. Perkiraan waktu
secara pasti, jam, menit, detik akan terjadinya suatu bencana, sulit
sekali dilakukan. Sampai saat ini belum ada metode atau teknologi yang
mampu menentukan waktu bencana secara tepat.
Perkiraan waktu erupsi biasanya
diperoleh dengan cara menerjemahkan perilaku gunung api yang muncul
sebelum erupsi. Perilaku tersebut dapat berupa penampakan visual gunung
api seperti semburan debu vulkanis, peningkatan jumlah kegempaan dan
amplitudonya, suhu di sekitar puncak misalnya suhu air (jika ada),
terjadinya deformasi, dsb. Perkiraan intensitas erupsi gunung api
ditentukan berdasarkan perilaku gunung api dan sejarah erupsi gunung api
tersebut. Perkiraan intensitas erupsi merupakan data dasar untuk
menentukan radius aman kawasan bencana dan evakuasi. Erupsi Gunung api
Kelud, Merapi, dan Sinabung menyadarkan kita semua akan pentingnya
informasi bahaya gunung api. Kejadian tersebut tidak hanya menyisakan
kisah sedih namun juga memberikan pelajaran akan kisah sukses dalam
pengurangan risiko bencana serta pekerjaan rumah yang masih harus
(selalu) dilakukan.
Salah satu kisah sukses perkiraan bahaya
gunung api adalah perkiraan erupsi Gunung Kelud beberapa hari yang
lalu. Status awas diumumkan 2 jam menjelang Gunung Kelud meletus. PVMBG
sukses menerjemahkan perilaku Gunung Kelud yang kemudian
dimanifestasikan ke dalam peningkatan status menjadi awas.
Keberhasilan dalam menerjemahkan
perilaku gunung api tentunya memerlukan informasi karakteristik gunung
api, data sejarah erupsi dan ketersediaan instrumen yang digunakan untuk
mengukur perilaku gunung api. Sebagian besar gunung api bertipe A di
Indonesia, seperti Gunung Kelud, sudah memiliki alat pemantau tersebut.
Meskipun demikian, masih terdapat 7 korban jiwa (data BNPB 18 Februari
2014) akibat erupsi Gunung Kelud 2014.
Ternyata di balik kesuksesan perkiraan
bahaya, masih ada aspek lain yang menjadi pekerjaan rumah bagi
pemerintah untuk menjadikan zero korban saat terjadi bencana. Hal
yang perlu dicermati adalah bahwa keempat korban tersebut berumur lebih
dari 60 tahun. Sehingga salah satu pekerjaan rumah tersebut adalah
memprioritaskan bantuan/evakuasi kepada elemen berisiko yang memiliki
kerentanan (vulnerability) tinggi seperti orang tua, anak-anak, penyandang cacat dsb..
Gunungapi Merapi memiliki kisah sendiri
saat terjadi erupsi pada tahun 2010. Tercatat setidaknya 353 orang
meninggal akibat erupsi salah satu gunung api teraktif di Indonesia
tersebut. Padahal, erupsi Merapi 2010 juga merupakan salah satu cerita
sukses perkiraan bahaya gunung api. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi
Bencana Geologi (PVMBG) meningkatkan status menjadi awas pada tanggal 25
Oktober 2010. Sehari kemudian, erupsi terjadi pada tanggal 26 Oktober
2010. Setidaknya satu hari merupakan waktu yang cukup untuk melakukan
evakuasi. Hanya saja pada saat itu, ada beberapa orang yang memang tidak
mau dievakuasi karena yakin bahwa Gunung Merapi akan baik-baik saja.
Contoh tersebut menyadarkan akan pentingnya pengetahuan tentang
kebencanaan sejak dini dan pentingnya mensosialisasikan pengetahuan
bencana kepada masyarakat. Sementara waktu menyingkir dan biarkan gunung
api ‘menuntaskan keinginannya’.
Lain Kelud, lain Merapi, lain pula
Sinabung. Sinabung memiliki cerita sendiri. Tidak seperti Kelud dan
Merapi yang diklasifikasikan sebagai tipe A, Sinabung diklasifikasikan
ke dalam gunung api tipe B (sebelum erupsi tahun 2010). Gunung api tipe A
adalah gunung api yang tercatat sekurang-kurangnya telah mengalami
erupsi setelah tahun 1600 sedangkan tipe B adalah gunung api yang tidak
tercatat erupsi setelah tahun 1600 namun masih memperlihatkan kegiatan
vulkanik. Implikasinya adalah gunung api tipe A biasanya dilengkapi
stasiun pemantau dan instrumen pengukuran aktifitas gunungapi yang
memadai, sebaliknya karena keterbatasan sumberdaya, gunungapi tipe B
biasanya sangat minim akan fasilitas pemantauan. Selain itu, karena
catatan erupsi yang sedikit, sulit untuk memperkirakan karakteristik dan
perilaku gunungapi tipe B. Hal ini berlaku untuk Gunung Sinabung.
Penanganan Gunung Sinabung terkesan
lambat dan terkesan kurang berhasil. Bahkan pemerintah mengakui salah
dalam memperkirakan erupsi Gunung Sinabung 2010 (Kompas, 2010). Setelah
erupsi 2010, tipe Gunung Sinabung diubah menjadi tipe A yang kemudian
pada September tahun 2013 hingga awal 2014 Gunung Sinabung beraktifitas
kembali. Akibat minimnya data sejarah erupsi dan anomali perilaku
Sinabung, perkiraan bahaya erupsi Gunungapi Sinabung 2013-2014 juga
tidak berjalan mulus. Kadang-kadang ilmu pengetahuan juga memiliki batas
dalam memahami keinginan alam. Salah satu yang membuat batas itu adalah
data. Hampir seluruh perkiraan bahaya (untuk semua bencana) memerlukan
data historis untuk memperkirakann frekuensi dan intensitasnya di masa
mendatang. Semakin minim data yang digunakan maka validitas dan
reliabilitas perhitungan bahaya semakin rendah. Data inventaris bencana
adalah pekerjaan rumah selanjutnya.
Ketiga kasus tersebut mengisyaratkan
kompleksitas masalah bencana sekaligus memberikan pengalaman berharga
terkait dengan penanganan kasus bencana di Indonesia. Masyarakat harus
paham bahwa tanah tempat tinggal mereka merupakan tanah yang mewajibkan
setiap manusia yang tinggal di atasnya bisa mengerti, memahami dan
bersahabat dengan bencana. Sudah selayaknya kita semua terus belajar dan
belajar dari pengalaman bencana yang melanda negeri dalam satu dekade
ini.
Semoga dengan meningkatnya frekuensi bencana akhir-akhir ini dapat menjadikan bangsa ini lebih tangguh dalam menghadapinya.
REFERENSI :
http://berita-iptek.com/antara-kelud-merapi-dan-sinabung-sebuah-pelajaran-berharga/
REFERENSI :
http://berita-iptek.com/antara-kelud-merapi-dan-sinabung-sebuah-pelajaran-berharga/
PENDUDUK DAN TINGKAT PENDIDIKAN
Ini Lho, Daerah di Indonesia dengan Kondisi Pendidikan yang Masih Mengenaskan!
Sebagai negara yang berkembang, Indonesia terus membenahi sistem
pendidikannya agar lebih berkualitas. Namun, sistem pendidikan yang
tidak merata hingga saat ini masih menjadi tugas yang harus dituntaskan
oleh masyarakat Indonesia. Pendidikan yang hanya berpusat di kota-kota
besar semakin membuat sistem pendidikan di daerah-daerah semakin
terpuruk. Berikut ini adalah beberapa daerah di Indonesia dengan kondisi
pendidikannya yang dikatakan masih kurang jika dibandingkan dengan
daerah lainnya di Indonesia:
![]() |
Papua
Siapa yang tidak kenal Papua? Papua merupakan provinsi yang terletak di
wilayah paling timur di Indonesia. Perkembangan pendidikan di Papua
dinilai belum berjalan maksimal sehingga rendahnya tingkat pendidikan
rata-rata masyarakat Papua menjadi akar permasalahan yang berdampak pada
persoalan lain yakni politik, sosial, maupun ekonomi.
Propinsi yang mayoritas penduduknya suku Asmat ini masih terbelakang
dalam hal sistem pendidikannya. Salah satu penyebab rendahnya kualitas
pendidikan karena belum banyak stimulasi (rangsangan) yang diberikan
secara sengaja sejak anak masih usia dini. Anak-anak di Papua lebih
banyak berkembang alami tanpa diperkenalkan dengan wahana edukasi,
misalnya seperti bersekolah.
Anak-anak di Papua, terutama masa-masa usia emas (3-5 tahun) dibiarkan
tumbuh tanpa diajarkan tentang pendidikan. Berbeda dengan propinsi
lainnya di Indonesia yang sudah mendirikan PAUD (Pendidikan Anak Usia
Dini) guna menstimulasi otak anak. Jangankan PAUD, usia normal untuk
sekolah yakni 6-7 tahun saja mereka tidak mau untuk memasuki bangku SD.
Hal ini bisa terjadi karena kesadaran dari orang tua dan dari segi
fasilitas pendidikan di Papua itu sendiri.
Salah satu program yang bisa dilakukan agar pendidikan di Papua lebih
baik yakni dengan mendirikan PAUD di berbagai daerah. Minimal satu
daerah dengan satu PAUD. Pembangunan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
terpadu di setiap daerah adalah hal yang mutlak dilakukan. Keberadaan
PAUD menurutnya berfungsi membina, menumbuhkan, dan mengembangkan
seluruh potensi anak usia dini secara optimal (pendidikan, kesehatan dan
iman) sehingga terbentuk perilaku dan kemampuan dasar sesuai dengan
tahap perkembangannya agar memiliki kesiapan untuk memasuki pendidikan
selanjutnya.
Kondisi gedung-gedung sekolah yang cukup miris di Papua juga turut
membuktikan bahwa pendidikan di propinsi ini masih jauh tertinggal.
Fasilitas sekoah seadanya dengan tenda-tenda dan bangku yang tidak layak
masih perlu diperhatikan. Selain itu, rendahnya kualitas pengajar dan
sarana prasarana yang belum memadai menjadi penghambat peningkatan
kualitas pendidikan di Papua. Untuk memajukan pendidikan di Papua
dibutuhkan komponen semua pihak. Tidak hanya dari pemerintah, masyarakat
yang belum sadar arti penting pendidikan juga menjadi salah satu
penghambat.
NTB
Nusa Tenggara Barat adalah sebuah provinsi di Indonesia. Sesuai dengan
namanya, provinsi ini meliputi bagian barat Kepulauan Nusa Tenggara. Dua
pulau terbesar di provinsi ini adalah Lombok yang terletak di barat
dan, Sumbawa yang terletak di timur. Ibukota provinsi ini adalah Kota
Mataram yang berada di Pulau Lombok.
NTB masih dihadapkan pada permasalahan pendidikan yang sangat berat dan
kompleks, terutama menyangkut pemerataan kesempatan belajar, peningkatan
mutu dan relevansi pendidikan. Dalam hal pendidikan, NTB tergolong
wilayah yang masih rendah. Di daerah tersebut masih menghadapi banyak
masalah yang perlu diatasi bersama. Masalah tersebut antara lain
masyarakat yang belum memahami pentingnya pendidikan bagi anak usia
dini, baik formal maupun nonformal, serta mutu pendidikan kejuruan yang
relatif sangat kurang.
Selain itu, minat masyarakat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang
lebih tinggi relatif masih rendah serta masih tingginya angka buta
huruf. Berdasarkan hasil survei, di NTB hingga kini terdapat sekitar
417.991 warga yang masih menyandang buta aksara.
Dalam hal pemerataan kesempatan belajar misalnya, permasalahan yang
dihadapi masih kurangnya sarana dan prasarana pendidikan, masih
tingginya angka putus sekolah dan masih banyaknya anak usia sekolah yang
tidak melanjutkan sekolah. Pemerintah daerah terus berusaha untuk
mengembangkan pendidikan lebih baik di NTB. Salah satunya dengan
mengangkat guru bidang studi tertentu yang langka, meningkatkan jumlah
dana dan penerima beasiswa serta meningkatkan proses pembelajaran.
Fasilitas pendidikan yang ada di masih tergolong minim. Menambah gedung
dan ruang kelas baru serta mengembangkan SMP terbuka, SD dan SMP satu
atap yang berlokasi di kecamatan, serta melengkapi sarana laboratorium
IPA, biologi, bahasa dan komputer bisa menjadi salah satu alternatif
yang bisa dilakukan.
Dari segi lapangan pekerjaan, masalah yang dihadapi adalah masih
rendahnya daya serap lapangan kerja terhadap lulusan sekolah. Kendati
berbagai masalah dan keterbatasan yang masih dihadapi, satu hal yang
harus terus dilakukan adalah tetap menumbuhkan tekad dan motivasi untuk
terus meningkatkan mutu pendidikan di daerah ini.
Aspek mutu harus dijadikan sasaran utama pendidikan, karena dengan mutu
pendidikan yang baik, kita akan mampu menghasilkan output berupa
insan-insan muda berkualitas yang merupakan calon pemimpin masa depan.
Dalam peningkatan mutu pendidikan, pemerintah NTB telah menempuh
beberapa langkah. Di antaranya melakukan diversifikasi jurusan dengan
membuka sekolah-sekolah kejuruan yang menitikberatkan pada pendidikan
keterampilan. Hal ini dilakukan karena masih rendahnya daya serap
lapangan kerja terhadap lulusan sekolah, khususnya sekolah menengah umum
(SMU).
![]() |
NTT
Nusa Tenggara Timur identik dengan komodo. Sebuah provinsi Indonesia
yang terletak di tenggaranya Indonesia. Provinsi ini terdiri dari
beberapa pulau, antara lain Flores, Sumba, Timor, Alor, Lembata, Rote,
Sabu, Adonara, Solor, Komodo dan Palue. Ibukotanya terletak di Kupang,
Timor Barat. Provinsi ini terdiri dari kurang lebih 550 pulau, tiga
pulau utama di Nusa Tenggara Timur adalah Flores, Sumba dan Timor Barat.
Meski memiliki pulau yang banyak, namun hingga saat ini kualitas
pendidikan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih tergolong rendah
dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia. Yang menjadi kendala
utama kemerosotan kualitas pendidikan di NTT adalah kesiapan Sumber Daya
Manusia (SDM) tenaga pendidik. Saat ini, 44,63 % dari 80 ribu guru di
NTT masih berijazah SMA. Alhasil, transformasi pendidikan di NTT belum
bisa dikatakan berkembang.
Kendala lainnya adalah penyerapan tenaga guru yang tidak berimbang
antara daerah perkotaan dan pedesaan. Di daerah pedesaan, satu guru bisa
mengajar lima kelas untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) karena kekurangan
guru. Sementara, di daerah perkotaan, jumlah guru malah lebih banyak.
Perkembangan dunia pendidikan di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)
masih sangat memperihatinkan. Kondisinya masih serba kekurangan dan
keterbatasan, tidak ada fasilitas laboratorium dan buku-buku
perpustakaan. Bisa dibuat contoh, SMK yang dianggap unggulan saja tidak
ada fasilitasnya seperti laboratorium yang sangat terbatas bisa dianggap
tidak ada, buku-buku di Perpustakaan juga. Masih jauh dari fasilitas
pendidikan yang bisa di ketegorikan memadai.
Secara keseluruhan, sekolah-sekolah di Propinsi Nusa Tenggara Timur
sungguh bisa dikatakan sangat tertinggal jika dibandingkan dengan daerah
lain seperti di Sumatera, Jawa dan di daerah lain di propinsi di
Indonesia. Bahkan, terdapat sekolah yang gurunya setiap hari mengajar
sampai 6 kelas dalam waktu yang sama dan lain mata pelajarannya hal
seperti ini juga perlu mendapat perhatian tentang tenaga pengajar.
Kalimantan
Kalimantan, salah satu pulau terbesar di Indonesia yang hingga saat ini
perlu mendapat perhatian lebih dari segi pendidikan. Apalagi dengan
wilayahnya yang berbatasan dengan Malaysia. Pendidikan di wilayah ini
sekan kian terpuruk karena dekat dengan wilayah perbatasan. Sebagian
besar wilayah di Kalimantan belum mendapatkan pendidikan yang merata.
Salah satunya adalah kualitas pendidikan yang ada di Propinsi Kalimantan
Tengah.
Kualitas pendidikan di Provinsi Kalimantan Tengah masih rendah. Selain
presentase lembaga pendidikan yang masih sedikit dibanding dengan
provinsi lain, tingkat kelulusannya juga masih mendekati batas minimum.
Untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Kalimantan Tengah
harus diupayakan melalui peningkatan mutu dan kualitas pendidik,
fasilitas pelayanan untuk jenjang pendidikan menengah ke atas, khususnya
di daerah pedesaan.
Penyebab rendahnya kualitas pendidikan di Kalimantan Tengah adalah
kurangnya tenaga pendidik yang berkompeten. Padahal juru kunci suksesnya
kualitas suatu pendidikan adalah guru. Hal ini terlihat pada hasil Uji
Kompetensi Awal (UKA) guru baru-baru ini yang menempatkan provinsi
Kalimantan Tengah menempati peringkat 5 terendah Se-Indonesia.
Di daerah Puruk Cahu misalnya, hingga saat ini keberadaan tenaga
pengajar di daerah ini masih sangat sedikit. Hampir setiap sekolah di
daerah kekurangan guru. Selain kekurangan guru, persoalan lain di daerah
pedalaman ialah kurang disiplinnya guru.
Aceh
Aceh dikenal sebagai serambi Mekah karena mayoritas penduduknya yang
beragama muslim dan propinsi yang kental akan aturan-aturan islam.
Propinsi paling barat Indonesia ini tergolong rendah dalam kualitas
pendidikannya. Provinsi Aceh merupakan salah satu daerah yang
mendapatkan dana Otonomi Khusus (Otsus) dari pemerintah pusat. Sejak
tahun 2008 hingga tahun 2013, provinsi paling barat Indonesia ini telah
mengelola sekitar Rp27,3 triliun dana tersebut. Namun, meskipun
mendapatkan kucuran dana sebesar itu sistem pendidikan di Aceh tergolong
kategori tertinggal.
Lalu, apa yang membuat pendidikan di Aceh masih tergolong rendah? Hal
ini disebabkan karena sebagian kabupaten memang masih memprioritaskan
pembangunan fisik. Lihat saja Kota Lhokseumawe. Pada tahun 2013,
anggaran di sektor pendidikan mereka mencapai Rp 224 miliar. Pada tahun
2014 dinaikkan jumlahnya menjadi Rp 234 miliar. Namun, alokasi
terbesarnya atau sebesar 50% lebih masih dialokasikan untuk pembangunan
fisik.
Pembangunan fisik yang lebih diprioritaskan sehingga membuat mutu
kualitas pendidikan itu sendiri tidak memadai. Pembangunan fisik
pendidikan tidak di imbangi dengan mutu kualitas yang ada membuat Aceh
menjadi daerah yang tergolong rendah dalam segi pendidikan. Meski
disokong dana melimpah, namun pendidikan Aceh masih berpredikat rapor
‘merah’. Tercatat, dari 56.981 peserta, sebanyak 785 siswa (1,38 %)
SMA/sederajat dinyatakan gagal pada UN 2013/2014. Hal ini membuktikan
bahwa mutu pendidikan dan pembangunan fisik tidak sejalan sehingga hasil
yang di dapatkan juga tidak maksimal.
Sesuai data analisis terhadap anggaran publik Aceh tahun 2012, banyak
pembangunan sektor pendidikan yang masih mementingkan pembangunan
infrastuktur tapi meninggalkan pembangunan mutu pendidikan. Akibatnya,
fasiltas sekolah di Aceh cukup memadai tapi mutu pendidiknya sangat
kurang. Salah satu contohnya, hanya 1 dari 5 orang guru di semua jenjang
pendidikan yang bersertifikasi. Jumlah guru di Aceh sekitar 117.978
orang. Bahkan Kualitas guru di Aceh berada pada peringkat 28 nasional
se-Indonesia.
Maka, sudah selayaknya pemerintah mulai memfokuskan anggaran pada
peningkatan mutu pendidikan untuk tenaga pendidik, bukan hanya dari segi
fasilitas. Penyebaran tenaga didik yang tidak merata juga merupakan
poin penting yang harus dilakukakan. Karena daerah pedalaman kekurangan
guru yang berkualitas.
Bengkulu
Propinsi yang terletak di barat daya propinsi Sumatera ini masih
memiliki perhatian yang penting dari segi pendidikan. Tingkat pendidikan
masyarakat di Provinsi Bengkulu masih cukup rendah, yang rata-rata
hanya mengeyam pendidikan tamatan Sekolah Dasar (SD). Kepala Perwakilan
BKKBN Provinsi Bengkulu mencatat kondisi pendidikan masyarakat itu
diketahui berdasarkan hasil Sensus Penduduk (SP)2010 menyebutkan bahwa
tingkat pendidikan di masyarakat di Provinsi Bengkulu masih rendah.
Bengkulu berada pada indek pendidikan 91,9 dengan angka melek huruf
sebesar 95,30%.
Tingkat kepedulian masyarakat yang masih rendah terhadap pendidikan,
membuat propinsi Bengkulu masih jauh tertinggal dengan propinsi yang
lain. Mayoritas masyarakat di daerah ini mengenyam pendidikan hanya
sampai tingkat SMP. Fasilitas pendidikan yang kurang memadai juga
menjadi hal penting yang harus mendapat perhatian di Bengkulu
Maluku
Maluku merupakan provinsi tertua yang ada di Indonesia. Meskipun
termasuk provinsi tertua, namun tidak lantas membuat pendidikan di
Wilayah ini memadai. Di antara 33 propinsi yang ada di Indonesia,
pendidikan di Maluku Utara menempati urutan ke -27 se-Indonesia. Hal ini
membuktikan begitu rendahnya kualitas pendidikan yang ada di Maluku
Utara.
Berbagai sistem perbaikan pendidikan telah diusahakan di Maluku, yakni
dengan tujuan mewujudkan pendidikan yang lebih bermutu pengembangan dan
perbaikan kurikulum dan sistem evaluasi, perbaikan sarana pendidikan,
pengembangan dan pengadaan materi ajar, serta pemberian pendidikan dan
pelatihan bagi guru.
Tetapi upaya pemerintah tersebut belum memberikan dampak yang signifikan
dalam meningkatkan mutu pendidikan Maluku Utara. Hal ini karena
disebabkan oleh permasalahan-permasalan khusus dalam pendidikan di
Maluku Utara, yaitu di antaranya rendahnya kualitas guru, rendahnya
kesejahteraan guru, rendahnya prestasi siswa, minimnya kemauan belajar,
dan mahalnya biaya pendidikan. Hal semacam ini dapat dirasak oleh
seluruh sekolah di Maluku Utara, terutama lagi di daerah-daerah
terpencil.
Banten
Banten, propinsi yang masih tergolong baru ini juga memiliki kualitas
pendidikan yang masih rendah. Banten adalah daerah yang kaya akan
potensi sumber daya alam. Namun, kekayaan Sumber Daya Alam Banten ini
tidak diimbangi dengan kualitas sumber daya manusianya. Banten adalah
provinsi dengan tingkat pengangguran tertinggi di Indonesia.
Kualitas pendidikan di Provinsi Banten saat ini belum memadai. Hal ini
disebabkan belum terpenuhinya sarana dan prasarana pendidikan dan belum
seimbangnya kualitas serta kuantitas tenaga pendidik dengan jumlah anak
didik. Salah satu penyebab rendahnya kualitas sumber manusia adalah
rendahnya kualitas pendidikan. Salah satu indikatornya adalah minimnya
lulusan SMA yang melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan yang lebih
tinggi. Data dari Badan Pusat Statistik menunjukan bahwa di Banten
hampir 90% masyrakat yang berumur 19-24 tahun tidak mengenyam pendidikan
di perguruan tinggi. Kesadaran masyarakat yang melanjutkan ke Perguruan
Tinggi sangat minim di Provinsi tersebut.
![]() |
Kualitas pendidikan yang ada di propinsi Banten kini sangat
memprihatinkan. Hal ini bisa terlihat dari beredarnya kunci jawaban
ujian nasional yang diperjualbelikan. Bahkan, untuk kunci jawaban satu
mata pelajaan dibeli dengan harga Rp 150.000. Fenomena seperti ini
menjadi tugas para pendidik untuk lebih giat dalam mengembangkan
pendidikan di Propinsi Banten. Pemerintah kabupaten/kota di Banten harus
memiliki komitmen yang kuat dalam peningkatkan sarana pendidikan sesuai
dengan kemampuan yang dimilikinya khususnya dalam upaya meningkatkan
partisipasi dan prestasi pendidikan.
REFERENSI :
http://www.berkuliah.com/2014/11/ini-lho-daerah-di-indonesia-dengan-kondisi-pendidikan-masih-mengenaskan.html
JAKARTA - Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2012 akan memberi perhatian khusus
kepada daerah yang tertinggal dalam pembangunan pendidikannya.
"Kemdikbud akan memberi prioritas ke daerah-daerah seperti Papua, Papua
Barat, yang pendidikan dasarnya tertinggal. Sekolah dasar di Papua
tertinggalnya sampai 12 tahun. Kalau tidak dilakukan percepatan akan
semakin tertinggal," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh
pada jumpa pers akhir tahun di Jakarta, Jumat. Mendikbud melanjutkan,
tidak perlu mencari siapa yang salah yang terpenting bagaimana ke
depannya."Kita harus jemput bola khususnya di daerah yang tertinggal
pendidikannya," kata M Nuh. Saat ini Papua dan Papua Barat pendidikannya
memprihatinkan. Nuh menyebutkan untuk SMP di Papua ketertinggalannya
hingga 15 tahun. Sementara SD di Papua Barat mencapai 24 tahun
Ketertinggalannya. "Karena itu semua sumber harus diarahkan ke daerah
tertinggal tersebut," katanya. Pada paparan akhir tahun Kemendikbud Nuh
menegaskan tahun 2012 akan menjadikan tahun layanan kepada mereka yang
tak terjangkau. Hal itu merupakan bagian dari upaya melanjutkan dari
program keramahan sosial yang ditandai dengan menjemput lulusan
SMA/MA/SMK dari keluarga miskin masuk perguruan tinggi. Namun Nuh
mengakui untuk menjangkau yang tak terjangkau itu butuh waktu. "Dan itu
selesainya bisa 10 tahun lagi," katanya. Dalam kesempatan itu, Nuh
mengatakan pada tahun 2011 telah dikeluarkan Permen No.60 / 2011 tentang
larangan pungutan biaya operasional sekolah dan larangan pungutan biaya
investasi sekolah.Peraturan itu lanjut Nuh melarang sekolah negeri
memungut biaya untuk membuat kelas baru serta rehabilitasi sekolah.
"Kepala sekolah yang melanggar bisa kena sanksi teguran, mutasi serta
sanksi administratif," katanya. Rp 3,9 T Untuk Siswa Miskin Anggaran
pendidikan pada tahun 2012 di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
(Kemendikbud) sebesar Rp 29,19 triliun. Kemendikbud menyiapkan subsidi
sekitar Rp 3,9 triliun bagi 6 juta siswa dan mahasiswa tidak mampu.
“Saat ini terdapat 1,18 juta siswa putus sekolah dan 2,33 juta lulusan
SD-SMA yang tidak bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih
tinggi karena alasan faktor ekonomi,” ujar Mendikbud M Nuh dalam jumpa
pers refleksi akhir tahun 2011 di kantornya, Senayan, Jakarta, Jumat
[30/12]. Nuh mengatakan, itu sebabnya APBN 2012 diarahkan untuk
menyediakan subsidi siswa miskin untuk menyasar sebanyak 6 juta lebih
siswa. Nuh berharap bantuan siswa miskin ini akan dapat menyelamatkan
paling sedikit 800 ribu siswa dari putus sekolah dan memberi kesempatan
bagi 740 ribu siswa untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih
tinggi. “Jika memang peserta didik karena keterbatasan ekonominya si
siswa di SD sudah mendapatkan bantuan subsidi siswa miskin, maka saat
peserta didik itu masuk ke SMP, dipastikan akan mendapat bantuan
serupa,” jelasnya. Pemberian subsidi ini, lanjut Nuh, diharapkan dapat
mengurangi beban pengeluaran keluarga miskin untuk pendidikan. Selain
itu, agar ada peningkatan angka melanjutkan siswa antar jenjang
pendidikan dan penurunan angka putus sekolah.“Serta penurunan
kesenjangan pendidikan antara kelompok sosial ekonomi dan antar
wilayah,“ katanya. Bagi siswa SD dan SMP, bantuan juga bisa diterima
dari penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Pada 2012 nanti,
dana tersebut dapat juga dimanfaatkan untuk kebutuhan personal siswa
miskin. [ant/dtk]
Make Money at : http://bit.ly/copy_win
Make Money at : http://bit.ly/copy_win
Make Money at : http://bit.ly/copy_win
Pendidikan Sekolah
Dasar Papua Tertinggal Selama 12 Tahun JAKARTA - Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan pada tahun 2012 akan memberi perhatian khusus kepada
daerah yang tertinggal dalam pembangunan pendidikannya. "Kemdikbud akan
memberi prioritas ke daerah-daerah seperti Papua, Papua Barat, yang
pendidikan dasarnya tertinggal. Sekolah dasar di Papua tertinggalnya
sampai 12 tahun. Kalau tidak dilakukan percepatan akan semakin
tertinggal," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh pada
jumpa pers akhir tahun di Jakarta, Jumat. Mendikbud melanjutkan, tidak
perlu mencari siapa yang salah yang terpenting bagaimana ke
depannya."Kita harus jemput bola khususnya di daerah yang tertinggal
pendidikannya," kata M Nuh. Saat ini Papua dan Papua Barat pendidikannya
memprihatinkan. Nuh menyebutkan untuk SMP di Papua ketertinggalannya
hingga 15 tahun. Sementara SD di Papua Barat mencapai 24 tahun
Ketertinggalannya. "Karena itu semua sumber harus diarahkan ke daerah
tertinggal tersebut," katanya. Pada paparan akhir tahun Kemendikbud Nuh
menegaskan tahun 2012 akan menjadikan tahun layanan kepada mereka yang
tak terjangkau. Hal itu merupakan bagian dari upaya melanjutkan dari
program keramahan sosial yang ditandai dengan menjemput lulusan
SMA/MA/SMK dari keluarga miskin masuk perguruan tinggi. Namun Nuh
mengakui untuk menjangkau yang tak terjangkau itu butuh waktu. "Dan itu
selesainya bisa 10 tahun lagi," katanya. Dalam kesempatan itu, Nuh
mengatakan pada tahun 2011 telah dikeluarkan Permen No.60 / 2011 tentang
larangan pungutan biaya operasional sekolah dan larangan pungutan biaya
investasi sekolah.Peraturan itu lanjut Nuh melarang sekolah negeri
memungut biaya untuk membuat kelas baru serta rehabilitasi sekolah.
"Kepala sekolah yang melanggar bisa kena sanksi teguran, mutasi serta
sanksi administratif," katanya. Rp 3,9 T Untuk Siswa Miskin Anggaran
pendidikan pada tahun 2012 di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
(Kemendikbud) sebesar Rp 29,19 triliun. Kemendikbud menyiapkan subsidi
sekitar Rp 3,9 triliun bagi 6 juta siswa dan mahasiswa tidak mampu.
“Saat ini terdapat 1,18 juta siswa putus sekolah dan 2,33 juta lulusan
SD-SMA yang tidak bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih
tinggi karena alasan faktor ekonomi,” ujar Mendikbud M Nuh dalam jumpa
pers refleksi akhir tahun 2011 di kantornya, Senayan, Jakarta, Jumat
[30/12]. Nuh mengatakan, itu sebabnya APBN 2012 diarahkan untuk
menyediakan subsidi siswa miskin untuk menyasar sebanyak 6 juta lebih
siswa. Nuh berharap bantuan siswa miskin ini akan dapat menyelamatkan
paling sedikit 800 ribu siswa dari putus sekolah dan memberi kesempatan
bagi 740 ribu siswa untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih
tinggi. “Jika memang peserta didik karena keterbatasan ekonominya si
siswa di SD sudah mendapatkan bantuan subsidi siswa miskin, maka saat
peserta didik itu masuk ke SMP, dipastikan akan mendapat bantuan
serupa,” jelasnya. Pemberian subsidi ini, lanjut Nuh, diharapkan dapat
mengurangi beban pengeluaran keluarga miskin untuk pendidikan. Selain
itu, agar ada peningkatan angka melanjutkan siswa antar jenjang
pendidikan dan penurunan angka putus sekolah.“Serta penurunan
kesenjangan pendidikan antara kelompok sosial ekonomi dan antar
wilayah,“ katanya. Bagi siswa SD dan SMP, bantuan juga bisa diterima
dari penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Pada 2012 nanti,
dana tersebut dapat juga dimanfaatkan untuk kebutuhan personal siswa
miskin. [ant/dtk]
Make Money at : http://bit.ly/copy_win
Make Money at : http://bit.ly/copy_win
Make Money at : http://bit.ly/copy_win
Pendidikan Sekolah
Dasar Papua Tertinggal Selama 12 Tahun JAKARTA - Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan pada tahun 2012 akan memberi perhatian khusus kepada
daerah yang tertinggal dalam pembangunan pendidikannya. "Kemdikbud akan
memberi prioritas ke daerah-daerah seperti Papua, Papua Barat, yang
pendidikan dasarnya tertinggal. Sekolah dasar di Papua tertinggalnya
sampai 12 tahun. Kalau tidak dilakukan percepatan akan semakin
tertinggal," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh pada
jumpa pers akhir tahun di Jakarta, Jumat. Mendikbud melanjutkan, tidak
perlu mencari siapa yang salah yang terpenting bagaimana ke
depannya."Kita harus jemput bola khususnya di daerah yang tertinggal
pendidikannya," kata M Nuh. Saat ini Papua dan Papua Barat pendidikannya
memprihatinkan. Nuh menyebutkan untuk SMP di Papua ketertinggalannya
hingga 15 tahun. Sementara SD di Papua Barat mencapai 24 tahun
Ketertinggalannya. "Karena itu semua sumber harus diarahkan ke daerah
tertinggal tersebut," katanya. Pada paparan akhir tahun Kemendikbud Nuh
menegaskan tahun 2012 akan menjadikan tahun layanan kepada mereka yang
tak terjangkau. Hal itu merupakan bagian dari upaya melanjutkan dari
program keramahan sosial yang ditandai dengan menjemput lulusan
SMA/MA/SMK dari keluarga miskin masuk perguruan tinggi. Namun Nuh
mengakui untuk menjangkau yang tak terjangkau itu butuh waktu. "Dan itu
selesainya bisa 10 tahun lagi," katanya. Dalam kesempatan itu, Nuh
mengatakan pada tahun 2011 telah dikeluarkan Permen No.60 / 2011 tentang
larangan pungutan biaya operasional sekolah dan larangan pungutan biaya
investasi sekolah.Peraturan itu lanjut Nuh melarang sekolah negeri
memungut biaya untuk membuat kelas baru serta rehabilitasi sekolah.
"Kepala sekolah yang melanggar bisa kena sanksi teguran, mutasi serta
sanksi administratif," katanya. Rp 3,9 T Untuk Siswa Miskin Anggaran
pendidikan pada tahun 2012 di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
(Kemendikbud) sebesar Rp 29,19 triliun. Kemendikbud menyiapkan subsidi
sekitar Rp 3,9 triliun bagi 6 juta siswa dan mahasiswa tidak mampu.
“Saat ini terdapat 1,18 juta siswa putus sekolah dan 2,33 juta lulusan
SD-SMA yang tidak bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih
tinggi karena alasan faktor ekonomi,” ujar Mendikbud M Nuh dalam jumpa
pers refleksi akhir tahun 2011 di kantornya, Senayan, Jakarta, Jumat
[30/12]. Nuh mengatakan, itu sebabnya APBN 2012 diarahkan untuk
menyediakan subsidi siswa miskin untuk menyasar sebanyak 6 juta lebih
siswa. Nuh berharap bantuan siswa miskin ini akan dapat menyelamatkan
paling sedikit 800 ribu siswa dari putus sekolah dan memberi kesempatan
bagi 740 ribu siswa untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih
tinggi. “Jika memang peserta didik karena keterbatasan ekonominya si
siswa di SD sudah mendapatkan bantuan subsidi siswa miskin, maka saat
peserta didik itu masuk ke SMP, dipastikan akan mendapat bantuan
serupa,” jelasnya. Pemberian subsidi ini, lanjut Nuh, diharapkan dapat
mengurangi beban pengeluaran keluarga miskin untuk pendidikan. Selain
itu, agar ada peningkatan angka melanjutkan siswa antar jenjang
pendidikan dan penurunan angka putus sekolah.“Serta penurunan
kesenjangan pendidikan antara kelompok sosial ekonomi dan antar
wilayah,“ katanya. Bagi siswa SD dan SMP, bantuan juga bisa diterima
dari penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Pada 2012 nanti,
dana tersebut dapat juga dimanfaatkan untuk kebutuhan personal siswa
miskin. [ant/dtk]
Make Money at : http://bit.ly/copy_win
Make Money at : http://bit.ly/copy_win
Make Money at : http://bit.ly/copy_win
Langganan:
Postingan (Atom)